Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sinopsis Serial Drama Turki Early Bird / Daydreamer (Erkenci Kus) Episode 5 - Rahasia yang Mulai Terkuak

Drama Turki Early Bird / Daydreamer (Erkenci Kus) Episode 5  – “Rahasia yang Mulai Terkuak”

Pagi itu, udara Istanbul terasa berat bagi Sanem. Malam tanpa tidur membuat matanya sembab. Bayangan Can yang menatapnya tajam di ruang kerja terus menghantui pikirannya.

“Dia pasti mencurigai aku,” gumamnya pelan, menatap wajahnya di cermin.

Namun di balik rasa takut itu, ada sesuatu yang lebih menakutkan lagi — rasa cintanya yang makin tak bisa ia sembunyikan.

Saat tiba di kantor Fikri Harika, suasana sudah sibuk. Semua orang berlarian menyiapkan proyek iklan baru. Tapi Sanem hanya memikirkan satu hal: bagaimana caranya berhenti menjadi mata-mata Emre tanpa kehilangan pekerjaannya.

Emre, seperti biasa, menemuinya di lorong belakang dengan senyum licik.

“Sanem, aku butuh kamu kirimkan salinan kontrak terbaru dari Can,” ujarnya lembut, tapi tegas.

Sanem menelan ludah. “Aku... aku pikir itu tidak penting lagi, Tuan Emre.”

Namun Emre mendekat sedikit, nada suaranya berubah dingin. “Kau tidak mau membuatku kecewa, kan?”

Tatapan itu membuat Sanem menggigil. Ia tahu Emre punya kekuatan untuk membuatnya kehilangan segalanya.

Di sisi lain, Can mulai memperhatikan perubahan sikap Sanem. Gadis itu kini sering melamun, gelisah, bahkan menghindari tatapan matanya. Ia yang biasanya ceria dan spontan kini tampak seperti seseorang yang memikul rahasia besar.

Can tak tahan lagi.

Suatu sore, setelah semua orang pulang, ia memanggil Sanem ke ruangannya.

“Sanem,” suaranya dalam dan tenang. “Aku ingin kau jujur padaku. Ada sesuatu yang kau sembunyikan, kan?”

Sanem terdiam. Suasana ruang itu terasa sesak. Ia menunduk, menggenggam ujung bajunya dengan gugup.

Can melangkah mendekat. “Kau tahu aku tidak suka kebohongan.”

Matanya tajam, tapi penuh perasaan.

Sanem ingin berteriak, ingin mengatakan segalanya — tentang Emre, tentang pesan-pesan rahasia, tentang rasa bersalah yang membuatnya sulit bernapas. Tapi lidahnya kelu.

“Aku... aku hanya takut mengecewakanmu,” bisiknya akhirnya.

Can menatapnya lama, lalu menghela napas. Ia belum tahu kebenarannya, tapi sesuatu dalam diri Sanem membuatnya tak bisa marah. Ia tahu gadis itu tulus — terlalu tulus untuk menjadi pengkhianat. Namun benih keraguan tetap tumbuh di hatinya.

Keesokan harinya, mereka harus menghadiri rapat penting dengan klien besar. Sanem berusaha fokus, tapi perasaan bersalah terus menghantui. 

Di tengah rapat, ketika Can berbicara penuh percaya diri tentang ide kreatif mereka, pandangan Sanem terpaku pada wajahnya. Bagaimana bisa seseorang begitu kuat dan lembut di saat yang sama?

Setiap kali Can menatapnya, ia merasa dunia di sekelilingnya menghilang.



Usai rapat, mereka berjalan bersama menuju mobil.

“Bagus sekali kerja hari ini,” kata Can sambil menatapnya dengan senyum lembut. “Aku bangga padamu, Sanem.”

Hati Sanem bergetar. Itu pertama kalinya ia mendengar pujian tulus darinya.

Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama. Saat membuka ponselnya, pesan dari Emre kembali muncul:

“Kau lupa tugasmu, Sanem. Aku ingin file itu malam ini.”

Jantung Sanem serasa berhenti. Ia memandang Can yang sedang sibuk berbicara di telepon.

“Bagaimana kalau dia tahu?” pikirnya panik. “Bagaimana kalau semua hancur?”

Malam pun tiba. Kantor sudah sepi ketika Sanem kembali masuk, diam-diam menuju ruang Can. Ia tahu kode aksesnya — sesuatu yang dulu diajarkan Can sendiri karena ia percaya padanya.

Tangannya gemetar saat memegang berkas di meja.

“Maafkan aku, Can,” bisiknya, air mata mulai mengalir.

Namun sebelum ia sempat menyalin file, pintu terbuka.

Can berdiri di sana, matanya menatap tajam namun terluka.

“Sanem... apa yang kau lakukan?”

Waktu seolah berhenti. Napas Sanem tersengal. Kakinya lemas. Semua rahasia yang ia sembunyikan akhirnya terbuka begitu saja.

“Aku... aku tidak bermaksud...”

“Jadi benar,” potong Can dengan suara berat. “Kau memata-mataiku?”

Air mata Sanem menetes deras. “Aku tidak tahu harus bagaimana... Emre bilang—”

Namun Can mengangkat tangan, menghentikannya. Wajahnya berubah kecewa.

“Cukup!!!.”

Tatapan itu membuat hati Sanem hancur. Ia ingin menjelaskan bahwa ia melakukannya bukan karena niat jahat, tapi karena takut. Namun Can sudah pergi sebelum ia sempat bicara.

Malam itu, di bawah hujan deras Istanbul, Sanem berlari keluar dari gedung, menangis sejadi-jadinya. Dunia yang ia cintai kini berubah menjadi puing-puing.

Di sisi lain, Can menatap langit dari balkon rumahnya, matanya redup.
Ia merasa dikhianati — bukan oleh seorang karyawan, tapi oleh wanita yang diam-diam telah mencuri hatinya.

Namun cinta sejati tak mudah padam. Di balik amarah dan luka, benih perasaan itu masih bersemi. Mereka mungkin terpisah oleh kebohongan, tapi hati mereka sudah saling terikat — tanpa mereka sadari, takdir baru mulai menulis kisah yang jauh lebih dalam.



Posting Komentar untuk "Sinopsis Serial Drama Turki Early Bird / Daydreamer (Erkenci Kus) Episode 5 - Rahasia yang Mulai Terkuak"